TOP NEWS

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas mattis nisi felis, vel ullamcorper dolor. Integer iaculis nisi id nisl porta vestibulum.

Kamis, 29 November 2012

MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

a. Latar belakang

Dalam proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Dalam makalah ini akan membahas bagaimana perbedaan antara media pembelajaran, media pendidikan serta media massa dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
Dalam metodologi pengajaran ada dua aspek yang paling menonjol yakni metode mengajar dan medis pendidikan sebagai alat bantĂș mengajar. Sedangkan penilaian adalah untuk mengukur atau menentukan taraf tercapai tidaknya tujuan pengajaran. Kedudukan media pendidikan sebagi alat bantĂș mengajar ada dalam komponen metodologi, sebagai salah satu lingkungan belajar yang diatur oleh guru.
Di sini juga akan dibahas penggunaan media pembelajaran. Seperti yang kita ketahui media pembelajaran itu banyak macamnya. Untuk proses belajar mengajar yang baik kita harus menggunakan media pembelajaran yang tepat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada uraian dalam makalah ini. 

B. Pengertian
Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medius yang secara harfiah berarti “tengah”, “perantara”, atau “pengantar”. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara () atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.
Menurut Gerlach dan Ely (1971), media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Sehingga guru, buku teks dan lingkungan sekolah marupakan media.
Fleming (1987: 234) menyatakan media berfungsi untuk mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak yaitu siswa dan isi pelajaran.
Hainich dan kawan-kawan (1982) mengemukakan istilah media sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima.
Kesimpulannya, media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima. Sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
• Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah media yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran menurut Gagne dan Briggs (1975) media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang terdiri dari buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide (gambar), foto, gambar, grafik, televisi dan computer.
• Media Pendidikan
Adapun pengertian media pendidikan itu antara lain:
a. Media pendidikan memiliki pengertian fisik (hardware) atau perangkat keras, yaitu sesuatu benda yang dapat dilihat, didengar atau diraba dengan panea indera.
b. Media pendidikan memiliki pengertian nonfisik (software) atau perangkat lunak, yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa.
c. Penekanan media pendidikan terdapat pada visual dan audio.
d. Media pendidikan memiliki pengertian alat bantu pada proses belajar baik di dalam maupun di luar kelas.
e. Media pendidikan dapat digunakan secara missal (radio, TV), kelompok besar dan kecil (film, slide, video, OHP), atau perorangan (modul, computer, radio, tape,/kaset, video recorder)
Jadi kesimpulannya, media pendidikan adalah perantara yang membawa informasi atau pesan-pesan sebagai sumber belajar, baik berupa software dan hardware. Contoh media pendidikan adalah gambar, foto, sketsa, diagram, bagan/chart, grafik, kartun, poster, radio dan lain-lain.
• Media Massa
Media massa berasal dari dua kata, yaitu media dan massa. Media adalah alat atau perantara, sedangkan massa adalah orang banyak dan masyarakat umum. Jadi dapat disimpulkan bahwa media massa adalah suatu perantara untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat atau orang banyak. Pesannya itu mengandung informasi-informasi yang diperlukan masyarakat, baik mengenai politik, sosial, ekonomi, maupun budaya. Sehingga dengan adanya media massa masyarakat mendapat pengetahuan tentang negaranya. Contoh dari media massa adalah surat kabar dan Koran. 

C. Manfaat Media Pembelajaran
Salah satu alasan penggunaan media pembelajaran adalah terkait dengan manfaat media pembelajaran bagi keberhasilan belajar mengajar di kelas. Salah satu aspek yang menentukan keberhasilan dalam belajar mengajar adalah pemilihan media pembelajaran yang tepat.
Menurut Hamalik (1986), media pembelajaran yang tepat dapat membangkitkan motivasi, keinginan minat, dan rangsangan kepada siswa. Sehingga dapat membantu pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, memadatkan informasi.
Adapun mengapa media pembelajaran yang tepat dapat membawa keberhasilan belajar dan mengajar di kelas, menurut Levie dan Lentz (1982), itu karena media pembelajaran khususnya media visual memiliki empat fungsi yaitu:
• Fungsi atensi, yaitu dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi dan pelajaran.
• Fungsi afektif, yaitu dapat menggugah emosi dan sikap siswa.
• Fungsi kognitif, yaitu memperlancar tujuan untuk memahami dan mengingat informasi/pesan yang terkandung dalam gambar.
• Fungsi compensations, yaitu dapat mengakomodasikan siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau secara verbal.
Alasan-alasan mengapa media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa yaitu:
a. Alasan yang pertama yaitu berkenaan dengan menfaat media pengajaran itu sendiri, antara lain:
1. Pengajaran lebih menarik perhatian siswa, sehingga menumbuhkan motivasi belajar.
2. Bahan pengajaran lebih jelas maknanya, sehingga dapat menguasai tujuan pembelajaran dengan baik.
3. Metode pengajaran akan bervariasi
4. Siswa dapat lebih banyak melakukan aktivitas belajar, seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.
b. Alasan kedua yaitu sesuai dengan taraf berpikir siswa. Dimulai dari taraf berfikir konkret menuju abstrak, dimulai dari yang sederhana menuju berfikir yang kompleks. Sebab dengan adanya media pengajaran hal-hal yang abstrak dapat dikonkretkan, dan hal-hal yang kompleks dapat disederhanakan. Itulah beberapa alasan mengapa media pembelajaran dapat mempertinggi keberhasilan dalam proses belajar mengajar.

D. Perbedaan Media dua dimensi dan tiga dimensi
1. Media Dua Dimensi
Media dua dimensi sering disebut media grafis. Media dua dimensi adalah media yang memiliki ukuran panjang dan lebar. Grafis sebagai media pengajaran dapat mengkombinasikan fakta-fakta, gagasan-gagasan secara jelas dan kuat melalui perpaduan antara ungkapan atau grafik. Kata-kata dan angka-angka dipergunakan sebagai judul dan penjelasan kepada grafik, bagan, diagram, poster, kartun dan komik. Sedangkan sketsa, lambing bahkan foto digunakan untuk mengartikan fakta, pengertian dan gagasan yang pada hakikatnya sebagai penyajian grafis. Contoh media dua dimensi C media grafis, yaitu:
a. Bagan
Yaitu kombinasi antara media grafis dan gambar foto yang dirancang untuk memvisualisasikan secara logis dan teratur mengenai fakta pokok atas gagasan. Fungsi bagan adalah untuk menunjukkan hubungan, perbandingan, jumlah relative, perkembangan, proses, klasifikasi dan organisasi.
b. Diagram
Yaitu suatu gambaran sederhana yang dirancang untuk memperlihatkan hubungan timbal-balik terutama dengan garis-garis.
c. Grafik
Yaitu penyajian data berangka. Grafik merupakan keterpaduan yang lebih menarik dengan sejumlah tabulasi data yang tersusun dengan baik. Tujuan dalam grafik adalah memperlihatkan perbandingan, informasi kualitatif dengan cepat serta sederhana. Beberapa macam grafik diantaranya yaitu grafik garis, batang, lingkaran, atau piring dan grafik.
d. Poster
Yaitu kombinasi visual dari rancangan yang kuat dengan makna dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti dalam ingatannya. Poster berguna untuk motivasi, peringatan dan pengalaman yang kreatif.

e. Kartun
Yaitu penggambaran dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang orang, gagasan, atau situasi yang didesain untuk mempengaruhi opini masyarakat.
f. Komik
Yaitu suatu bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan memerankan suatu cerita dalam urutan yang erat dihubungkan dengan gambar dan dirancang untuk memberi hiburan kepada para pembaca.
2. Media Tiga Dimensi
Yaitu media yang mempunyai panjang, lebar dan isi. Media tiga dimensi yang sering dipakai adalah model dan boneka. Model adalah tiruan 3 dimensional dari beberapa objek nyata yang terlalu besar, terlalu jauh, terlalu kecil, terlalu mahal, terlalu jarang, terlalu ruwet untuk dibawa ke kelas, dan dipelajari siswa dalam wujud aslinya.
1) Jenis model dan penggunaannya
a) Model padat (solid model), yaitu memperlihatkan bagian permukaan luar dari pada objek dan sering kali membuang bagian-bagian yang membingungkan gagasan-gagasan utamanya dari bentuk, warna dan susunannya. Contoh model padat yaitu boneka, bendera, bola, anatomi manusia. Guna model padat untuk membantu dan melayani para siswa sebagai informasi berbagai pengetahuan agar siswa lebih paham dalam pelajaran.
b) Model penanpang (cuteway model), yaitu memperlihatkan bagaimana sebuah objek itu tampak, apabila bagian permukaannya diangkat untuk mengetahui susunan bagian dalamnya. Model ini berguna untuk mata pelajaran biologi, karena berfungsi untuk mengganti objek sesungguhnya.
c) Model kerja (working model), yaitu tiruan dari objek yang memperlihatkan bagian luar dari objek asli. Gunanya untuk memperjelas dalam pemberian materi kepada siswa.
d) Mock-ups, yaitu penyederhanaan susunan bagian pokok dan suatu proses atau sistem yang lebih ruwet. Guru menggunakan mock-up untuk memperlihatkan bentuk berbagai objek nyata seperti kondensator-kondensator, lampu-lampu tabung,serta pengeras suara, lambing-lambang yang berbeda dengan apa yang tertera di dalam diagram.
e) Diorama, yaitu sebuah pemandangan 3 dimensi mini bertujuan menggambarkan pemandangan sebenarnya.
2) Jenis boneka dan penggunaannya
Contohnya boneka tangan, dan wayang yang dapat digunakan agar siswa menjadi lebih tertarik untuk belajar.

E. Berbagai bentuk media audio visual
Media audio visual terdiri dari dua kata yaitu audio dan visual. Audio artinya pendengaran atau dapat didengar, sedangkan visual yaitu yang Nampak oleh mata atau yang kelihatan. Jadi media audio visual adalah media yang dapat didengar dan dapat pula dilihat oleh panca indera kita. Contoh media audio visual yaitu televisi dan computer.
Kelebihan media Audio Visual, yaitu:
o Pada televisi; televisi bersifat langsung, dapat membawa dunia nyata ke rumah dan ke kelas-kelas, seperti orang, tempat-tempat, dan peristiwa-peristiwa, melalui penyiaran langsung/rekaman.
o Menghemat waktu guru dan siswa.
o Televisi bersifat langsung dan nyata, sehingga siswa dapat dengan jelas melihat program apa yang lagi ditayangkan dan dapat memaksimalkan fungsi inderanya yaitu mata dan telinga.
o Lebih menarik minat siswa
o Pelajaran lebih bervariasi dan berkesan
o Jangkauannya luas
Kelemahan media audio visual adalah:
o Keanekaragaman siaran di TV menyulitkan guru untuk memilih siaran mana yang baik dan sesuai dengan pelajaran.
o Alat dan dana yang tidak memungkinkan.
o Menyita waktu guru, karena harus menjelaskan lagi setiap peristiwa yang ada.
o Tidak setiap guru mampu menjelaskan peristiwa yang ada secara gambling.
E. Kriteria pemilihan media pelajaran
Faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan media pendidikan adalah sebagai berikut
- Relevansi pengadaan media pendidikan edukatif
- Kelayakan pengadaan media pendidikan edukatif
- Kemudahan pengadaan media pendidikan edukatif
Harus disadari bahwa setiap media memiliki kelemahan dan kelebiha. Pengetahuan tentang keunggulan dan keterbatasan media menjadi penting bagi gurudapat memperkecil kelemahan atas media yang dipilih oleh guru sekaligus dapat langsung memilih berdasarkan kriteria yang dikehendaki.
Kriteria pemilihan media pembelajaran yaitu:
• Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan instruksional yang telah ditetapkan baik dari segi kognitif, afektif, dan psikomotor.
• Keterpaduan (validitas).Media harus tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip atau generalisasi.
• Media harus praktis, luwes dan bertahan. Jika tidak tersedia waktu, dana, atau sumber daya lainnya untuk memproduksi, tidak perlu dipaksakan. Media yang mahal dan memakan waktu yang lama bukanlah jaminan. Sebagai media yang terbaik. Sehingga guru dapat memilih media yang ada, mudah diperoleh dan mudah dibuat sendiri oleh guru. Media yang dipilih sebaiknya dapat digunakan dimanapun dan kapanpun dengan peralatan yang ada di lingkungan sekitarnya, dan mudah dibawa dan dipindahkan ke mana-mana.
• Media harus dapat digunakan guru dengan baik dan terampil. Apapun medianya, guru harus mampu menggunakan dalam proses pembelajaran. Komputer, proyektor transparansi (OHP), proyektor slide, dan film, dan peralatan canggih lainnya tidak akan berarti apa-apa jika guru belum dapat menggunakannya dalam proses belajar mengajar di kelas.
• Mutu teknis. Pengembangan visual baik gambar maupun fotograf harus memenuhi persyaratan teknis tertentu. Misalnya visual pada slide harus jelas dan informasi atau pesan yang ditonjolkan dan ingin disampaikan tidak boleh terganggu oleh elemen lain yang berupa latar belakang.
• Media yang digunakan harus sesuai dengan taraf berfikir siswa. Media yang digunakan harus dapat menunjang dan membantu pemahaman siswa terhadap pelajaran tersebut sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Menurut Prof. Drs Hartono Kasmadi M.Sc bahwa dalam memilih media pendidikan perlu dipertimbangkan adanya 4 hal yaitu: produksi, peserta didik, isi, dan guru.
1) Pertimbangan produksi
- Availabilty
- Cost
- Physical condition
- Accessibility to student
- Emotional impact.
2) Pertimbangan peserta
- Students characeristics
- Students relevance
- Students involvement
3) Pertimbangan isi
- Curriculair – relevance
- Content-soundness
- Presentation
4) Pertimbangan guru
- Teacher-Utilization
- Teacher peace of mind

referensi
wiwikyulihaningsih.wordpress.com/2011/01/13/media-pembelajaran-bahasa-inggris/


04.33 Diposkan oleh Wella Gustiani 0

MEDIA PAPAN TULIS


Membuat Kalimat Pasif dalam Bahasa Inggris

Kalimat pasif adalah konstruksi gramatikal di mana subjek kalimat atau klausa merupakann penerima dari tindakan (Object) bukan pelaku (Subject). Kalimat pasif dalam bahasa Inggris dibentuk dengan sebuah kata kerja bantu (biasanya be atau get) ditambah participle (biasanya past participle) dari kata kerja transitif. anda sebagai guru juga bisa menggunakan papan tulis sebagai media pembelajarannya. guru sebaiknya menyiapkan spidol dengan berbagai macam warna supaya anak-anak bisa mengingat rumus-rumus yang akan di ajarkan guru.
Struktur 
Kalimat pasif bisa digunakan pada beberapa tenses (bentuk waktu). Berikut ini adalah struktur dari pembentuk kalimat pasif dalam bahasa Inggris dan aplikasinya dalam tenses:
Struktur Kalimat Pasif dalam Tenses
Kalimat pasif dibentuk dengan menukar objek ke posisi subjek dan subjek ke posisi objek kemudian kata kerja dari kalimat diubah kedalam bentuk past participle. Perhatikan contoh dibawah ini:
Kalimat aktif - Saya menulis sebuah surat
Kalimat pasif - Surat ditulis oleh saya
Pada contoh diatas, pelaku (subject) adalah saya, menulis merupakan verb atau kata kerja, dan surat adalah objek. Jika dipasifkan, maka posisi objek harus berada di depan kalimat dan subjek ditempatkan dibelakang kalimat, sedangkan kata kerjanya sendiri (verb) harus diubah ke bentuk past participle atau yang lazim dikenal sebagai V3 yang didahului dengan to be. To be dalam kalimat pasif harus disesuaikan dengan tenses. Berikut ini adalah contoh dalam bahasa Inggris.

Object + to be + V3 + (by) Subject

Active voice - I write a this letter
Passive voice - This letter is written by me
Jika menggunakan modals (can, will, could, would, dll), maka struktur kalimat pasif mengalami sedikit perubahan. Berikut adalah form-nya:

Object + modals + be + V3 + (by) Subject

Active                   -                     Passive
I can write a letter  -  Letter can be written by me 
I will wire a letter  -  Letter will be written by me
04.18 Diposkan oleh Wella Gustiani 0

MEDIA PENGGUNAAN REALITA

Penggunaan Realia

Realia merupakan benda nyata yang digunakan sebagai media pembelajaran di dalam kelas. Sebenarnya objek nyata yang sederhana pun dapat digunakan tidak hanya untuk pengajaran kosa kata tetapi juga dapat dipakai untuk pengajaran tata bahasa dan pengembangan situasi.
Kegunaan realia adalah:
  1. Untuk mengajar kosa kata
  2. Untuk mengajarkan struktur baru
  3. Untuk membantu siswa masuk dalam karakter tatkala berperan dalam sebuah dialog ataupun role-play. Jika siswa berperan sebagai polisi, dia dapat mengenakan helm seorang polisi; dsb.
  4. Sebagai penguatan untuk dialog ataupun role-play, jika ceritanya terjadi di sebuah toko; banyak realia yang bisa ditambahkan jika uang atau objek nyata itu digunakan.
  5. Sebagai bantuan untuk beragam permainan seperti Kim’s game.
Taruhlah dengan menunjukkan satu bungkusan teh di ruang kelas, kita dapat menggunakannya:
- Untuk mengajarkan kata-kata ‘tea’ dan ’packet’ (yang dapat dikontraskan dengan kemasan yang lain, misalnya a bag of sugar, a tin of orange juice).
- Untuk mengembangkan sebuah deskripsi dari suatu proses pembuatan satu gelas air teh: ‘first you open the packet, then you put some tea in the pot...’ (Anda juga dapat membawa a pot, a spoon dsb.)
- Sebagai bagian dalam sebuah shopping dialogue, menanyakan harga: ‘how much is a packet of tea?’ ‘750 rupiahs’ dsb.
- Untuk mengembangkan sebuah imaginative dialogue, praktek ‘meminjam’, misalnya
A: Could you lend me some tea?
B: Yes, of course. What do you want it for?
A: My relatives have come to visit me.
Realia juga dapat dipakai dalam Kim’s game. Permainan ini merupakan game yang sangat luwes untuk bisa dipakai mengajar berbagai struktur. Prinsip dasarnya adalah guru memajankan beberapa realia, yang harus dicermati oleh siswa selama satu atau dua menit. Apa yang ditunjukkan itu kemudian disembunyikan dari penglihatan dan para siswa diminta untuk mengingat apa-apa yang telah dilihatnya.
Misalnya untuk mengajar there was/there were. Guru memperlihatkan sepuluh atau beberapa objek di atas mejanya selama satu atau dua menit dan kemudian menutupnya dengan kain – para siswa harus mengingat apa saja yang telah dilihatnya.

2. Penggunaan authentic material

Penggunaan authentic material meningkat pesat popularitasnya seiring dengan adanya kesadaran bahwa proses pembelajaran yang terkait dengan konteks riil akan lebih efektif bagi siswa untuk dikontruksi dalam pemahamannya. Para guru dapat menghadirkan authentic material ini baik bersanding dengan buku teks maupun lepas dari batasan format buku teks. Authentic material juga dapat diterapkan dalam berbagai bentuk tugas dan tujuan pembelajaran.
Authentic material, jika dipilih dan diimplementasikan secara tepat, dapat digunakan untuk mengembangkan tugas-tugas yang berawal dari pembelajaran bahasa Inggris yang sudah terformulasikan. Media ini juga sekaligus memberikan jembatan antara keterampilan berbahasan siswa dan pengalaman nyata siswa. Materi-materi ini dalam berbagai bentuknya dapat memberikan kekayaan linguistik dan isi konseptual bagi siswa.
Dalam mengidentifikasi dan mengimplementasikan materi yang paling bermanfaat dan relevan bagi siswa, guru perlu mendesain dan mengorganisasi tugas-tugas di kelas yang menfasilitasi serentetan pengumpulan, pemrosesan dan presentasi informasi.
Penggunaan authentic material dalam pengajaran bahasa Inggris di kelas akan memberikan guru beberapa tantangan. Salah satu tantangan itu adalah pengembangan keterapilan penelitian efektif yang mensyaratkan pengelolaan sekian banyak informasi yang tersedia dalam bentuk tertulis, lisan, ataupun multimedia. Tantangan yang lain adalah berupa penyeleksian materi yang paling pas untuk tujuan pengajaran sesuai dengan kurikulum, ataupun belajar untuk keperluan sendiri. Tantangan ketiga adalah implementasi materi dan serentetan kebutuhan fleksibilitas serta penyesuaian pengajaran yang dibatasi dengan setting ruang kelas.
Tahap-tahap yang perlu dilalui dalam penggunaan authentic material adalah sebagai berikut.
Penelitian
Berusaha menemukan materi yang tepat dalam lautan publikasi dan berbagai format media dapat menjadi sebuah tugas yang menyesakkan bagi para guru bahasa Inggris. Langkah pertama dalam mengidentifikasi materi-materi yang layak adalah dengan mengumpulkan contoh-contoh tulisan, bacaan, dan informasi dari berbagai sumber. Penggunaan internet juga dapat menjadi cara yang efektif dan mulai umum digunakan.
Seleksi
Dalam memilih materi yang baik, para guru perlu mempertimbangkan paling tidak tiga aspek dasar dari latar belakang para siswa (Dumitrescu: 2000):
  • inguistik
  • konseptual
  • kultural
Latar belakang linguistik mempengaruhi pengelolaan kelas, pemilihan tugas, pengurutan dan penentuan tugas, dan fokus pengajaran microskill (seperti pronunciation dan accent reduction). Latar belakang konseptual atau pendidikan menentukan kebutuhan akan informasi-informasi khusus atau umum dari suatu materi yang dipilih. Latar belakang kultural mempengaruhi interaksi siswa-guru, dan harapan-harapan dari peran guru dan murid.
Dua faktor tambahan yang turut mempengaruhi keputusan akhir tentang materi apa yang dipakai adalah applicability dan adaptability. Sebuah teks otentik yang berisi tentang masalah olahraga secara umum, misalnya, menjadi materi yang amat bermanfaat karena isinya relevan bagi semua siswa, tanpa harus memperhatikan olah raga kesukaan setiap individu. Namun demikian, para guru juga harus memperhatikan bahwa teks yang berkaitan langsung dengan kesukaan khusus dari beberapa siswa biasanya akan lebih mudah untuk dipahami dan dicerna sehingga partisipasinya dalam pembelajaran meningkat.
Adaptability mengacu pada kemudahan suatu desain penugasan dan kemudahan manipulasi teks. Jika suatu materi dapat dipadukan dalam komunikasi lisan maupun tulis, maka materi ini memiliki nilai lebih untuk bisa digunakan di kelas daripada materi yang hanya bisa digunakan untuk satu kali penugasan.
Implementasi dan desain
Menggunakan materi otentik ke dalam ruang kelas merupakan tugas yang sulit karena terkadang materi yang ditentukan silabus tidak kompatibel dengan materi otentik yang kita dapatkan. Namun demikian, guru dapat mengidentifikasi dan mengarahkan pada bagian mana saja yang relevan dengan pengajaran. Materi juga dapat direkayasa untuk berbagai tingkat profisiensi yang dimiliki siswa. Materi otentik ini dapat digunakan secara keseluruhan ataupun hanya sebagian saja, dan kompleksitas konsep juga dapat direduksi ataupun dinaikkan untuk suatu tujuan tertentu.
Para guru harus mulai terbiasa dengan membuat berbagai ragam tugas dari buku teks dan menyesuaikan dengan tingkat-tingkat kemampuan yang ada dalam kelas. Setelah menjelaskan beberapa elemen dari buku teks, Anda dapat menggabungkannya dengan materi otentik yang relevan dalam tingkatan yang lebih luas. Tetapi mendesain tugas atau kegiatan berdasarkan materi otentik itu sendiri mengharuskan guru untuk lebih dulu berhadapan dengan materi yang bentuknya kurang terorganisir dan tampak membingungkan. Begitu bagian informasi sudah teridentifikasi, guru harus segera memutuskan alat apa yang paling tepat untuk mengimplementasikannya di ruang kelas.
Beberapa faktor dapat dipakai sebagai pemandu dalam membuat keputusan ini. Hal yang paling penting adalah adanya keterkaitan isi (content relevance). Materi itu haruslah memuat istilah, konsep, dan kerumitan linguistik yang mencerminkan latar belakang siswa. Semakin relevan materi otentik itu dengan dunia siswa maka semakin efektif pembelajaran bahasa Inggris itu.
Faktor lain yang memiliki pengaruh terhadap implementasi materi otentik itu adalah penyerapan keterampilan yang bermakna (meningful skill acquisition). Para siswa yang telah ditunjukkan dengan materi yang kontekstual tetap memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi keterampilan berbahasa mereka dan bereksperimen dengan penerapan pada hal lain yang sejenis. Proses ini akan memungkinkan siswa dan guru untuk menilai kegunaan materi otentik itu dan mengkaji ulang prioritas tujuan pembelajaran.
Hal yang perlu digarisbawahi adalah meskipun materi otentik sangatlah menjanjikan bagi siswa yang memang fokus pada praktek penggunaan bahasa, namun penggunaan materi otentik ini bukanlah berarti akan mengurangi beban guru dalam pengembangan materi. Justru di sinilah sebenarnya letak tantangannya. Selamat mencoba.

http://www.smpn2bantarujeg.blogspot.com/2010/11/media-pembelajaran-bahasa-inggris-dan_26.html
04.17 Diposkan oleh Wella Gustiani 0

MEDIA KARTU

The face

Sistem buka tutup pada bagian-bagian kecil dapat digunakan untuk melatih pengayaan vocabulary, sebagaimana alat peraga berikut:
clip_image015
Guru (atau murid bekerja berpasangan) mengangkat penggalan gambar wajah untuk mendapatkan kata tertentu di belakangnya.

A lot of pineapples

Alat peraga berikut dapat digunakan untuk membedakan penggunaan ‘a few’ dan ‘a lot of’


clip_image017
Guru: (menunjukkan kertas yang tertutup) A few pineapples. (Membuka tutupan) A lot of pineapples.
04.15 Diposkan oleh Wella Gustiani 0

Senin, 05 November 2012

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

Pada zaman canggih seperti sekarang dibutuhkan berbagai inovasi dan inisiatif guru dalam menyampaikan materi atau mata pelajaran yang akan disampaikan,tidak hanya minat siswa yang perlu dipertanyakan tetapi juga cara yang digunakan oleh guru agar dapat menarik perhatian siswa agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Untuk itu saya akan menggunakan media power point berupa gambar dan menyediakan hadiah berupa stiker bintang bagi siswa yang bisa menjawab dalam belajar. Media power point ini akan saya gunakan untuk anak kelas 1 dan kelas 2 SD,caranya dengan menampilkan gambar seperti peralatan, buah-buahan binatang dan sayur-sayuran menggunakan infokus yang disediakan oleh sekolah. Guru dapat menampilkan satu persatu gambar dengan menggunakan  power point dan meminta siswa yang bisa menjawab untuk mengangkat tangan dan menjawab. Bagi siswa yang bisa menjawab satu gambar akan diberi satu stiker bintang berukuran 2x2 cm yang nanti akan ditempel dibukunya,dan satu anak dibatasi hanya boleh menjawab sebanyak tiga kali. Bintang yang diberikan pada nantinya akan ditempel pada sampul depan bukunya masing-masing. Tujuannya,diharapkan dengan begitu siswa akan lebih semangat untuk mengikuti pelajaran bahasa inggris khusunya bisa menghafal nama-nama peralatan,buah,sayur dan binatang yang juga sering mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari dan juga kosakata lainnya. Kelebihannya siswa juga akan merasa guru mengapresiasi kemampuannya saat bisa menjawab dan diberi hadiah. Dengan begitu kita bisa menilai siswa yang sering menjawab dan memberikan nilai,bagi siswa yang tidak bisa guru akan tau dan mencari solusi yang tepat. Kelemahannya bagi siswa yang tidak pernah menjawab akan merasa tidak bisa dan berkecil hati.
05.55 Diposkan oleh Wella Gustiani 0